Advertisements
jalan raya saat nyepi

Belum Pernah Nyepi di Bali? Ini Beberapa Hal yang Mungkin Perlu Kamu Tahu

Seorang kolega yang kebetulan seorang WNA yang pernah bekerja di Bali membagikan tautan artikel yang berisi jawaban beragam mitos tentang Nyepi. Mitos-mitos ini sepertinya populer di kalangan WNA yang mungkin belum pernah merasakan Nyepi di Bali. Artikel tersebut tentunya ditulis dalam bahasa Inggris. Saya tertarik untuk untuk menerjemahkan jawaban mitos-mitos tersebut di sini. Mungkin saja berguna buat kamu-kamu yang belum pernah dan ingin merasakan Nyepi di Bali. Artikel sumber berjudul “Nyepi, Balinese Day of Silence” dari website balithisweek.

Sebelum mulai, ada baiknya kita ketahui bersama bahwa dalam perayaan Nyepi ada beberapa aturan yang disebut Catur Brata Penyepian. Yaitu, Amati Geni, tidak boleh menyalakan api, ini termasuk tidak boleh menyalakan lampu. Amati Karya, tidak boleh bekerja. Amati Lelungan, tidak boleh keluar rumah. Amati Lelanguan, tidak boleh bersenang-senang, ada juga yang mengartikan tidak boleh menikmati hiburan.

Nyepi hanya untuk orang Bali, selain orang Bali tidak harus ikut aturan-aturannya?

Benar bahwa Nyepi adalah untuk orang Bali. Namun aturan-aturannya adalah mutlak berlaku di seantero pulau ini. Pengecualian hanya berlaku untuk situasi darurat. Jika anda merasa tidak bisa mengikutinya, salah satu caranya adalah pergi ke luar Bali pada saat Nyepi. Kebanyakan orang akan memilih pergi ke Lombok atau Jawa. Bersiap-siaplah untuk menerima kenyataan bahwa penyeberangan keluar masuk Bali akan sangat padat menjelang dan sesudah Nyepi. Penerbangan pun biasanya sudah full booked.

Nyepi berlangsung selama satu hari dua malam?

Salah persepsi ini mungkin terjadi karena pada malam sebelum Nyepi orang-orang sudah mulai mematikan lampu di rumah masing-masing. Nyepi berlangsung dua puluh empat jam dimulai dari pukul enam pagi hingga pukul enam pagi keesokan harinya. Matiin lampunya cuma satu malam kok.

Aliran listrik diputus selama Nyepi?

Konon, dulu, di beberapa desa ini dilakukan. Namun, secara umum hal ini tidak benar. Listrik nyala kok selama Nyepi. Memang, pecalang (petugas keamanan adat) akan patroli untuk memastikan tidak ada nyala lampu terlihat dari rumah-rumah pada malam hari. Jika ingin menyalakan lampu pada malam hari pastikan saja tidak sampai kelihatan ke luar rumah. Di malam Nyepi di mana semua orang mematikan lampu, sedikit saja ada cahaya akan sangat kentara. Sinar lampu senter pecalang yang sedang patroli pun akan terlihat seperti spotlight di pameran-pameran atau konser-konser.

Tidak ada siaran TV dan internet selama Nyepi?

Tidak ada siaran tivi, benar, bahkan konon tivi berlangganan pun. Jaringan telepon dan internet tetap ada. Jadi tetap bisa streaming drama korea, main game online, bekerja (huft, libur-libur kok kerja), dan lain-lain. Pastikan tidak berisik, pakai headset bila perlu, dan ingat jangan ada cahaya tampak hingga ke luar.

Semua toko tutup?

Tentu saja, karena salah dua aturan Nyepi adalah tidak boleh bekerja dan tidak boleh keluar rumah.

Larangan menghidupkan api tidaklah untuk semua orang?

Hmmm, gimana ya. Tidak secara eksplisit disebutkan dalam Catur Brata Penyepian bahwa harus berpuasa. Konsekuensi logis dari tidak boleh menyalakan api adalah tidak bisa masak, sehingga menjadi puasa. Puasa sepertinya belum umum untuk banyak keluarga di Bali. Sehingga biasanya ibu-ibu sudah masak pada H-1 untuk makan selama Nyepi. Buat yang tidak ingin repot masak bisa membeli stok makanan siap makan sebelum Nyepi. Nah, biasanya H-1 Nyepi supermarket pasti akan sangat ramai, belanjalah H-2 atau H-3 atau H-seminggu. Cek juga gas, air minum, pulsa listrik, dan keperluan lain karena biasanya sehari setelah Nyepi toko, warung, supermarket tidak langsung buka.

Ada lho yang bukan pecalang berkeliaran di luar rumah selama Nyepi

Pada kasus-kasus tertentu memang ada yang diperbolehkan keluar rumah. Misalkan pada keadaan darurat dan harus ke rumah sakit. Contoh lain adalah ketika Nyepi jatuh pada hari Jumat, di mana umat Muslim harus datang ke masjid untuk salat Jumat. Hal-hal seperti itu sudah tentu diizinkan oleh pecalang. Namun, tidak dapat dipungkiri ada yang malah keluar rumah untuk main bola, bahkan selfie! Duh, no comment sih untuk yang seperti ini.
Namun, di beberapa tempat memang ada tradisi yang sedikit berbeda. Seperti di Banjar Gerenceng di Kota Denpasar, malah ada pasar yang khusus buka di hari Nyepi.

Gimana kalo tinggal di villa/hotel?

Layanan di hotel/villa harusnya berjalan seperti biasa. Walaupun jarang, ada juga villa/hotel yang dijaga khusus oleh pecalang, dan tamu-tamu dilarang berkeliaran di dalam hotel/villa. Namun pada umumnya fasilitas hotel seperti restoran, spa, kolam renang tetap bisa digunakan dan tamu-tamu bebas berkeliaran di dalam area hotel/villa. Cek dengan petugas hotel/villa sebelum booking untuk memastikan bagaimana biasanya Nyepi di hotel/villa tersebut. Banyak kok hotel-hotel/villa yang menawarkan paket khusus Nyepi, jadi jangan khawatir.

Pada saat keadaan darurat?

Ambulans dan layanan emergency lainnya tetap stand by during Nyepi. Simpan nomor-nomor panggilan darurat untuk jaga-jaga. Oiya, untuk yang punya bayi, biasanya diizinkan menyalakan lampu, lapor dulu sebelumnya ke pecalang atau aparat banjar/lingkungan setempat.


Selain hal-hal yang sudah disebutkan di atas, ada satu hal penting yang harus kamu ketahui jika ingin Nyepi di Bali.

MESIN ATM SEMUA BANK BIASANYA SUDAH MATI PADA H-1 NYEPI DI PAGI/SIANG HARI

Kemudian baru dihidupkan kembali sehari setelah Nyepi. Usahakan ambil uang maksimal malam H-2 Nyepi, buat jaga-jaga. Siapa yang tahu ada keperluan darurat/emergency di hari H Nyepi.

Selamat Nyepi di Bali, jangan lupa malamnya lihat ke langit, selain ada banyak bintang, siapa tahu ada UFO lewat!


Gambar utama dari Wikipedia, By DavidelitOwn work, CC BY-SA 3.0, Link

Advertisements

Komentar